​BNPB Instruksikan Percepatan Huntara, Target Tuntas Seminggu Sebelum Lebaran

ACEH TAMIANG, IBINEWS.co.id – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memberikan instruksi tegas untuk mempercepat pembangunan Hunian Sementara (Huntara) Terpusat di berbagai titik, dengan target seluruh unit harus selesai paling lambat seminggu sebelum hari raya Lebaran. Hal tersebut disampaikan Direktur Perencanaan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Brigjen M Arief Hidayat saat kegiatan Rapat Koordinasi Percepatan Pembangunan Hunian Sementara (Huntara) yang berlangsung di Aula posko terpusat kantor Bupati Aceh Tamiang, Kamis (26/2/2026).

​Langkah percepatan ini menjadi prioritas utama karena hingga saat ini masih terdapat sejumlah warga terdampak bencana yang terpaksa masih tinggal di tenda-tenda darurat.

​BNPB berharap dengan selesainya pembangunan lebih awal, proses pemindahan masyarakat dari tenda pengungsian ke hunian yang lebih layak dapat segera dilakukan sebelum suasana Idulfitri tiba.

​Instruksi ini mencakup koordinasi intensif dengan para vendor mitra yang tersebar di lima kecamatan utama, yakni Kecamatan Bandar Pusaka, Sekerak, Tamiang Hulu, Rantau, dan Kejuruan Muda, agar memaksimalkan seluruh sumber daya yang ada.

​Berdasarkan laporan terbaru, capaian signifikan telah terlihat di Desa Alur Jambu, Kecamatan Bandar Pusaka, di mana vendor CV Rafly Fadillah telah menuntaskan pembangunan fisik hingga 100% untuk 25 unit hunian.

​Keberhasilan di lokasi tersebut menjadi percontohan, di mana seluruh kunci telah diserahterimakan secara penuh, sehingga warga di wilayah tersebut sudah dapat meninggalkan tenda pengungsian lebih awal.

​Sementara itu, di Desa Pematang Durian, Kecamatan Sekerak, PT Haza Gemilang Abadi terus mengejar sisa pengerjaan dari total 121 unit yang saat ini progresnya telah menyentuh angka 75%.

​Proyek skala besar lainnya di Desa Perkebunan Pulau Tiga dengan 135 unit juga terus dipacu, mengingat pentingnya ketersediaan hunian sementara ini bagi stabilitas sosial masyarakat pascabencana.

​Pemanfaatan berbagai jenis lahan, mulai dari Tanah Fasilitas Umum (Fasum) hingga tanah Pelepasan HGU, diharapkan menjadi pendukung kelancaran teknis di lapangan tanpa adanya kendala sengketa lahan yang menghambat waktu pengerjaan.

​BNPB menegaskan akan terus memantau progres harian di setiap lokasi untuk memastikan komitmen target pra-Lebaran ini tercapai, sehingga tidak ada lagi warga yang merayakan hari raya di bawah tenda darurat. [Andre]

Komentar