Universitas Samudra Dorong Digitalisasi Arsip dan Mitigasi Hukum Pasca-Banjir di Desa Simpang Lhee

ACEH TAMIANG, IBINEWS.co.id – Universitas Samudra (Unsam) melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Tanggap Darurat Bencana Tahun 2026 menunjukkan komitmen nyatanya dalam memperkuat ketahanan masyarakat pascabencana.

Tim PkM yang diketuai oleh Hendri Dwitanto, S.H., M.H., dosen Fakultas Hukum Unsam, menggelar kegiatan pendampingan hukum darurat dan digitalisasi arsip keluarga di Desa Simpang Lhee, Kecamatan Manyak Payed, Kabupaten Aceh Tamiang, pada 14 Februari 2026.

Langkah ini diambil sebagai strategi mitigasi administratif guna melindungi dokumen penting warga dari ancaman bencana di masa depan.

​Bencana banjir yang melanda Desa Simpang Lhee beberapa waktu lalu tidak hanya merendam pemukiman, tetapi juga melumpuhkan sistem administrasi desa secara total.

Kerusakan fasilitas perkantoran seperti komputer, printer, dan lemari arsip di balai desa mengakibatkan banyak data kependudukan fisik rusak tak terselamatkan.

Hal ini menjadi kendala besar dalam pelayanan publik, terutama bagi warga yang membutuhkan dokumen fisik untuk mengakses hak-hak sipil maupun bantuan sosial pascabencana.

​Menjawab persoalan tersebut, tim PkM Universitas Samudra merancang program kolaboratif yang mengintegrasikan aspek hukum dengan teknologi informasi.

Tim tidak hanya fokus pada pemulihan fisik, tetapi juga memastikan warga memiliki kepastian administratif melalui bantuan perangkat keras berupa printer dan hard disk sebagai media penyimpanan eksternal.

Dengan peralatan ini, perangkat desa diharapkan dapat memulihkan kembali dokumen yang rusak serta memiliki cadangan data digital yang jauh lebih aman dari risiko kerusakan air.

​Digitalisasi arsip keluarga diperkenalkan sebagai solusi jangka panjang agar dokumen penting milik warga tetap terjaga meskipun bencana kembali melanda.

Tim yang terdiri dari kolaborasi dosen dan mahasiswa ini memberikan pelatihan intensif kepada warga mengenai tata cara memindai (scan) dokumen dan memanfaat sistem penyimpanan berbasis digital.

Melalui metode tersebut, dokumen kependudukan dapat diakses kapan saja dan di mana saja, memberikan rasa aman bagi warga terhadap legalitas aset dan identitas mereka.

​Kepala Desa Simpang Lhee, Ahmad Yani, menyampaikan apresiasi mendalam atas inisiatif Universitas Samudra tersebut.

Ia menyatakan bahwa pendampingan ini merupakan bantuan nyata yang langsung menyentuh kebutuhan dasar warga dalam memulihkan data-data penting yang hilang. Menurutnya, kerja sama semacam ini sangat krusial agar desa-desa di wilayah rawan banjir memiliki kesiapan yang lebih matang, tidak hanya secara fisik tetapi juga dalam hal keamanan dokumen dan kepastian hukum.

​Program PkM Tanggap Darurat Bencana ini merupakan perwujudan nyata dari Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam aspek pengabdian kepada masyarakat.

Melalui pendekatan mitigasi administratif, Universitas Samudra berharap dapat menciptakan model desa tangguh bencana di Aceh Tamiang yang mampu mengamankan aspek legalitas masyarakatnya di tengah situasi darurat sekalipun. [Andre]

Komentar