ACEH TAMIANG, IBINEWS.co.id — Banjir yang merendam Desa Tualang Baro, Kecamatan Manyak Payed, Kabupaten Aceh Tamiang, menyisakan lebih dari sekadar genangan air. Di banyak rumah, lumpur masih mengering di sudut-sudut ruangan. Peralatan dapur rusak, stok makanan menipis, dan kebutuhan dasar menjadi persoalan yang harus segera diatasi.
Dalam situasi itulah Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas Samudra hadir melalui kegiatan bertajuk “Pemenuhan Hak Bantuan Kemanusiaan melalui Distribusi Logistik bagi Korban Banjir di Desa Tualang Baro”, yang dilakukan pada 14 Februari, pekan lalu.
Program Pengabdian kepada Masyarakat Tanggap Bencana tahun 2026 ini dipimpin oleh Mustika Putra Rokan, S.H., M.H., bersama tim mahasiswa Ade Keumala Putri, Muhammad Jibral Pasha, Fadhia Mufthi Alifa, dan Bela Ariska. Mereka turun langsung ke desa untuk menyalurkan bantuan logistik kepada warga terdampak.

Sejak pagi, berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat, warga mulai berdatangan ke titik penyaluran. Tidak ada seremoni panjang. Tidak ada panggung besar. Bantuan diserahkan langsung dan sederhana, menyasar kebutuhan yang benar-benar dibutuhkan warga setelah banjir.

Bantuan yang dibagikan mencakup kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, gula, mie instan, roti kering, air mineral, perlengkapan bayi dan kebutuhan perempuan, perlengkapan kebersihan diri dan rumah tangga, hingga obat-obatan ringan untuk menjaga kondisi kesehatan warga pascabanjir.
Bagi warga yang baru saja melewati masa sulit, bantuan tersebut bukan sekadar paket logistik. Ia menjadi penopang awal untuk kembali menata kehidupan yang sempat terganggu.
Mustika Putra Rokan, S.H., M.H. menilai, kehadiran kampus dalam situasi seperti ini adalah hal yang wajar dan seharusnya. Menurutnya, ketika masyarakat sekitar mengalami musibah, institusi pendidikan tidak bisa bersikap jauh atau menunggu.
“Kami hidup dan tumbuh bersama masyarakat daerah ini. Jadi ketika mereka terdampak, sudah sewajarnya kami ikut bergerak. Pengabdian itu bukan tambahan, tapi bagian dari tanggung jawab kita sebagai warga,” ujarnya, Kamis (26/2/2026).
Kehadiran tim PKM Universitas Samudra disambut oleh Plt. Datok Desa Tualang Baro, Alfat, S.Sos.I. Ia menyampaikan terima kasih atas kepedulian yang diberikan dan berharap sinergi antara kampus dan masyarakat dapat terus terjalin, terutama dalam situasi darurat seperti ini.
Di sela kegiatan, mahasiswa juga berdialog dengan warga, mendengar langsung cerita tentang dampak banjir yang mereka alami. Dari situ terlihat jelas bahwa pengabdian bukan sekadar program kerja, melainkan ruang belajar tentang empati dan tanggung jawab sosial.
Melalui kegiatan tanggap bencana ini, Universitas Samudra menegaskan komitmennya untuk terus hadir dan berkontribusi dalam setiap persoalan kemanusiaan di daerah. Karena pada akhirnya, keberadaan perguruan tinggi akan benar-benar bermakna ketika ia berdiri bersama masyarakat, terutama saat mereka berada dalam masa sulit. [Andre]










Komentar