BANDA ACEH, IBINEWS.co.id – Kepala Perwakilan Wilayah (Kaperwil) Mitrapol Provinsi Aceh, Teuku Indra Yoesdiansyah, S.H., menyampaikan apresiasi yang mendalam atas pelantikan Prof. Dr. Mirza Tabrani, S.E., M.B.A., D.B.A. sebagai Rektor Universitas Syiah Kuala (USK) periode 2026–2031.
Teuku Indra menilai bahwa terpilihnya Prof. Mirza adalah sebuah langkah strategis yang akan membawa perubahan besar bagi institusi pendidikan tertua di Aceh tersebut dalam kancah internasional.
Pelantikan yang digelar pada Senin, 9 Maret 2026, di Gedung AAC Dayan Dawood ini dipimpin oleh Ketua Majelis Wali Amanat (MWA) USK, Dr. Safrizal ZA, M.Si. Prosesi tersebut tidak hanya menjadi seremoni pergantian kepemimpinan, tetapi juga dianggap sebagai momentum awal bagi USK untuk memperkuat posisinya sebagai barometer pendidikan, sains, dan teknologi, khususnya di wilayah Barat Indonesia.
“Prof. Mirza Tabrani merupakan sosok yang memiliki kapabilitas akademik dan manajerial yang sangat mumpuni dalam meningkatkan mutu pendidikan khususnya di Aceh”, tegas Teuku Indra Yoesdiansyah, S.H., Selasa (28/4/2026).
Menurutnya, latar belakang pendidikan dan pengalaman internasional yang dimiliki sang rektor baru menjadi modal utama bagi USK untuk bertransformasi menjadi World Class University yang tetap berpijak pada nilai-nilai kearifan lokal Aceh.
Lebih lanjut, Teuku Indra menyoroti pentingnya kepemimpinan yang progresif di era disrupsi saat ini.
Ia meyakini bahwa di bawah kepemimpinan Prof. Mirza, Universitas Syiah Kuala akan mampu melakukan akselerasi dalam bidang riset dan inovasi yang relevan dengan kebutuhan industri global, sehingga lulusan USK memiliki daya saing yang tinggi.
Sebagai putra daerah yang lahir di Banda Aceh, Prof. Mirza dianggap memiliki pemahaman emosional yang kuat terhadap “Jantong Hate Rakyat Aceh”.
Hal ini, menurut Teuku Indra, akan memudahkan sinkronisasi antara visi universitas dengan kebutuhan pembangunan di Aceh, sehingga kampus dapat menjadi motor penggerak ekonomi berbasis pengetahuan bagi masyarakat luas.
Visi Prof. Mirza yang berfokus pada pengembangan sains dan teknologi selama periode 2026–2031 juga mendapat dukungan penuh dari keluarga besar Mitrapol Aceh.
Teuku Indra berharap adanya peningkatan kolaborasi antara dunia akademisi dan media massa untuk mempublikasikan berbagai capaian positif universitas agar lebih dikenal luas oleh publik internasional maupun nasional.
Teuku Indra juga menekankan bahwa tantangan menuju universitas kelas dunia memerlukan transparansi dan tata kelola yang bersih.
Ia percaya bahwa integritas yang dimiliki oleh Prof. Mirza akan mampu membawa perubahan positif dalam sistem manajemen internal USK, sehingga tercipta lingkungan akademik yang lebih inklusif, modern, dan berstandar global.
Menutup pernyataannya, Teuku Indra Yoesdiansyah, S.H. mengucapkan selamat bekerja kepada Prof. Mirza Tabrani. Ia berharap amanah besar ini membawa berkah bagi kemajuan pendidikan di Aceh dan mengantarkan Universitas Syiah Kuala menuju puncak kejayaan baru sebagai pusat keunggulan intelektual yang diakui oleh dunia internasional.








Komentar