Revitalisasi Sekolah Dipercepat, Pemerintah Targetkan Seluruh Sekolah yang Membutuhkan Perbaikan Rampung pada 2029

JAKARTA — Pemerintah terus memperkuat komitmen meningkatkan kualitas pendidikan nasional melalui percepatan program revitalisasi sekolah di berbagai wilayah Indonesia. Program ini menjadi langkah nyata untuk menghadirkan fasilitas pendidikan yang layak, aman, dan nyaman bagi seluruh peserta didik.

Presiden Prabowo Subianto menargetkan renovasi seluruh sekolah dan satuan pendidikan yang membutuhkan perbaikan dapat diselesaikan paling lambat pada 2029. Kebijakan tersebut diarahkan agar tidak ada lagi peserta didik yang harus mengikuti kegiatan belajar mengajar di ruang kelas dengan kondisi bangunan yang tidak aman.

Program revitalisasi sekolah tidak hanya berfokus pada perbaikan fisik bangunan, tetapi juga bertujuan menciptakan lingkungan belajar yang lebih kondusif guna mendukung peningkatan kualitas pembelajaran dan pengembangan sumber daya manusia Indonesia.

Revitalisasi Sekolah di Bali Meningkat

Percepatan program revitalisasi juga terlihat di Provinsi Bali. Berdasarkan informasi Kementerian Sekretariat Negara, pada 2025 program tersebut menjangkau 188 sekolah. Jumlah itu meningkat menjadi 401 satuan pendidikan pada 2026.

Peningkatan cakupan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah mempercepat pemerataan pembangunan sarana pendidikan, termasuk bagi sekolah-sekolah yang selama bertahun-tahun menghadapi keterbatasan dan kerusakan infrastruktur.

Salah satu sekolah yang merasakan manfaat program ini adalah SD Negeri 15 Dangin Puri, Kota Denpasar. Sebelum direvitalisasi, salah satu ruang kelas di lantai tiga sekolah tersebut pernah mengalami kerusakan akibat kondisi bangunan yang terdampak hujan dan angin.

Setelah mendapatkan perbaikan, ruang kelas menjadi lebih baik, rapi, dan bersih sehingga memberikan suasana belajar yang lebih nyaman bagi para siswa.

Perubahan serupa dirasakan TK Indraprasta Kuta, Kabupaten Badung. Sekolah yang berdiri sejak 1975 itu sebelumnya menghadapi berbagai persoalan infrastruktur, mulai dari atap bocor, dinding rapuh, hingga kerusakan akibat banjir dan rayap.

Melalui program revitalisasi 2026, perbaikan dilakukan terhadap enam ruang kelas, satu ruang administrasi, satu toilet, serta penataan taman bermain.

Berdampak pada Pendidikan dan Ekonomi Masyarakat

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menyampaikan bahwa revitalisasi sekolah tidak hanya meningkatkan kualitas fasilitas pendidikan, tetapi juga memberikan dampak ekonomi melalui penyerapan tenaga kerja di daerah.

Dengan demikian, program tersebut memiliki manfaat ganda. Di satu sisi, peserta didik memperoleh fasilitas belajar yang lebih memadai. Di sisi lain, kegiatan pembangunan turut membuka peluang kerja dan menggerakkan perekonomian masyarakat sekitar.

Pembangunan infrastruktur pendidikan pun menjadi bagian penting dari agenda pembangunan nasional yang berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia sekaligus kesejahteraan masyarakat.

Sinergi untuk Pendidikan yang Lebih Baik

Kementerian Sekretariat Negara terus mendukung pelaksanaan kebijakan pemerintah agar program-program prioritas Presiden dapat berjalan secara terkoordinasi dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Peningkatan kualitas sarana dan prasarana pendidikan perlu diiringi dengan perbaikan mutu pembelajaran, peningkatan kualitas tenaga pendidik, serta perluasan akses pendidikan bagi seluruh masyarakat.

Melalui sinergi kementerian, lembaga, pemerintah daerah, satuan pendidikan, dan seluruh pemangku kepentingan, pemerintah berupaya memastikan revitalisasi sekolah dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjangkau berbagai wilayah Indonesia.

Revitalisasi sekolah pada akhirnya bukan sekadar memperbaiki bangunan, melainkan juga menghadirkan ruang belajar yang lebih aman dan nyaman bagi generasi penerus bangsa dalam meraih masa depan yang lebih baik.

Sumber: Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia
Redaksi: KomandoNews.com

Komentar