PPG Prajabatan UNNES Kenalkan Inovasi Es Krim Gabin Kolang-Kaling di Jatirejo

SEMARANG — Kelompok 1 Rombel 3 PPG Prajabatan PGSD Universitas Negeri Semarang (UNNES) menggelar sosialisasi dan pelatihan pembuatan es krim gabin berbahan kolang-kaling di RW 1, Kelurahan Jatirejo, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, Minggu (27/9/2026).

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 10.00 WIB tersebut merupakan bagian dari Proyek Kepemimpinan PPG Prajabatan 2026. Kegiatan juga diarahkan pada implementasi Sustainable Development Goals (SDGs) ke-9, khususnya melalui pengenalan inovasi dan pengembangan produk berbasis potensi lokal.

Pelatihan diikuti oleh ibu-ibu RW 1 serta pengurus Desa Wisata Kokolaka. Wilayah tersebut dikenal memiliki potensi kolang-kaling yang selama ini telah dimanfaatkan masyarakat menjadi berbagai produk olahan.

Pemilihan kolang-kaling sebagai bahan utama pelatihan didasarkan pada potensi bahan pangan lokal yang telah dikembangkan masyarakat. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa memperkenalkan alternatif pengolahan kolang-kaling dalam bentuk es krim gabin yang dinilai memiliki bentuk penyajian berbeda dari sejumlah produk olahan yang selama ini dikenal masyarakat setempat.

Kegiatan diawali dengan pembukaan dan sambutan dari Ketua RW 1, Sarmini. Sambutan selanjutnya disampaikan Dwi Sayekti Kadarinik atau yang akrab disapa Bu Ninik selaku Penanggung Jawab Kokolaka.

Setelah sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Peserta kemudian mendapatkan penjelasan mengenai latar belakang kegiatan, tujuan pelatihan, serta pentingnya inovasi dalam pengembangan produk berbasis potensi lokal.

Memasuki kegiatan inti, mahasiswa Kelompok 1 Rombel 3 memberikan demonstrasi pembuatan es krim gabin kolang-kaling. Peserta tidak hanya mengikuti demonstrasi, tetapi juga terlibat langsung dalam proses praktik dengan pendampingan mahasiswa.

Dalam sesi praktik, peserta mengikuti sejumlah tahapan pengolahan sekaligus berdiskusi mengenai pengembangan produk, mulai dari variasi rasa, penyajian hingga kemungkinan pemasaran.

Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung. Sejumlah peserta aktif mengikuti proses pembuatan dan menyampaikan berbagai masukan terkait pengembangan olahan kolang-kaling agar dapat memiliki variasi produk yang lebih beragam.

Setelah proses praktik selesai, kegiatan ditutup dengan sesi mencicipi hasil olahan es krim gabin kolang-kaling dan foto bersama.

Melalui pelatihan tersebut, Kelompok 1 Rombel 3 PPG Prajabatan PGSD UNNES berharap pengetahuan yang diperoleh peserta dapat dikembangkan secara mandiri dan menjadi salah satu alternatif dalam diversifikasi produk berbahan dasar kolang-kaling.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya mahasiswa untuk membangun kolaborasi dengan masyarakat melalui pemanfaatan potensi lokal, kreativitas, dan inovasi pengolahan pangan.

Dengan adanya pelatihan, pengembangan produk kolang-kaling di RW 1 diharapkan dapat terus dilakukan sesuai potensi dan kebutuhan masyarakat serta peluang pasar yang tersedia.

Komentar