Semarang – Bazar Pasar Literasi di Pollux Mall Paragon yang berlangsung pada 13–25 Oktober 2026 menawarkan beragam koleksi buku dengan harga obral. Kegiatan ini menarik minat pengunjung, termasuk pencinta novel fantasi dan mahasiswa yang membutuhkan buku referensi untuk perkuliahan. Selain menjadi tempat berburu buku dengan harga lebih terjangkau, kegiatan tersebut diharapkan mampu mendekatkan masyarakat dengan budaya membaca.
Pantauan wartawan di lokasi menunjukkan sejumlah meja dipenuhi berbagai koleksi buku yang dapat dijelajahi pengunjung. Tidak hanya buku, bazar ini juga menghadirkan produk lain, termasuk mainan, sehingga memberikan pilihan yang lebih beragam bagi masyarakat yang berkunjung.
Saat diwawancarai wartawan dari mahasiswa Ilmu Komunikasi STIKOM Semarang, pengelola menjelaskan bahwa konsep utama kegiatan ini adalah penjualan buku dengan harga obral. Pengelola menyebut penyelenggaraan menjelang tahun ajaran mahasiswa sebagai salah satu kemungkinan yang melatarbelakangi kegiatan tersebut.
“Lebih ke buku obral sih,” ujar pengelola saat menjelaskan konsep Pasar Literasi.

Menurut pengelola, kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan minat baca masyarakat. Lokasi bazar di pusat perbelanjaan juga membuka peluang bagi pengunjung dari berbagai kalangan untuk mengenal buku, termasuk mereka yang awalnya hanya datang untuk berjalan-jalan.
Pengunjung bahkan diperbolehkan membuka buku yang masih tersegel untuk membaca isinya sebelum memutuskan membeli. Cara ini memberikan kesempatan kepada calon pembeli untuk mengetahui isi buku sesuai minat dan kebutuhan mereka.
“Awalnya cuma baca, terus jadi beli juga ada,” ungkap pengelola, jumat (23/10).
Pengunjung Berburu Promo dan Buku Favorit
Daya tarik promo menjadi salah satu alasan pengunjung mendatangi Pasar Literasi. Dalam wawancara dengan wartawan, dua pengunjung bernama Zayat dan Zidan menceritakan ketertarikan mereka terhadap bazar tersebut.
Zayat mengaku masih melihat-lihat koleksi buku yang tersedia. Ia lebih tertarik pada novel bergenre fantasi dan ingin mengetahui pilihan bacaan yang ditawarkan.
Sementara itu, Zidan berkunjung untuk mencari buku referensi yang mendukung kebutuhan akademiknya. Ia secara khusus mencari bacaan tentang filsafat Barat, meskipun saat wawancara belum menemukan buku yang sesuai.
Keduanya menilai suasana bazar cukup menarik dan memberikan pengalaman berbeda dibandingkan kegiatan bazar buku yang biasa mereka temui.
“Suasananya asyik sih, Kak. Jarang-jarang saya melihat acara buku seperti ini, apalagi di Pollux Mall. Kalau bisa, lebih sering lagi karena harganya lebih miring,” kata Zayat.

Pendapat serupa disampaikan Zidan. Menurutnya, kehadiran berbagai produk selain buku membuat kegiatan tersebut terasa lebih beragam.
“Suasananya asyik. Biasanya bazar buku cuma buku saja, tetapi di sini ada mainannya juga dan lain-lain,” tuturnya.
Diharapkan Menumbuhkan Minat Baca Masyarakat
Pasar Literasi dijadwalkan berlangsung hingga Minggu (25/10/2026). Dalam wawancara pada Jumat (23/10/2026), pengelola menyampaikan bahwa kegiatan tersebut telah memasuki periode menjelang penutupan.
Kegiatan ini memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk menemukan buku sesuai minat, mulai dari bacaan hiburan hingga referensi pendidikan. Harga obral dan kesempatan membaca isi buku sebelum membeli menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung.
Antusiasme pengunjung serta harapan agar kegiatan serupa lebih sering diselenggarakan menjadi catatan penting bagi upaya mendekatkan buku kepada masyarakat. Bazar di pusat perbelanjaan dapat menjadi salah satu alternatif untuk memperkenalkan bacaan dalam suasana santai dan mudah dijangkau.
Dengan menghadirkan pilihan buku yang beragam, Pasar Literasi diharapkan tidak hanya menjadi tempat transaksi jual beli, tetapi juga mendorong tumbuhnya kebiasaan membaca di tengah masyarakat. (Aura/Via).






Komentar