SEMARANG — Mantan Anggota DPR RI periode 2019–2024, H. Riyanta, SH, mendorong mahasiswa STIKOM Semarang untuk memiliki mimpi besar, optimisme, karakter kuat, serta keberanian dalam membaca peluang dan mengambil peran dalam pembangunan bangsa.
Pesan tersebut disampaikan H. Riyanta saat menjadi narasumber Kuliah Umum dalam rangkaian Masa Pengenalan Kampus (MPK) STIKOM Semarang Tahun Akademik 2026/2027, yang berlangsung di Aula Kampus STIKOM Semarang, Minggu (13/9/2026).
Kuliah umum tersebut mengangkat tema “Tantangan Generasi Muda Menyongsong Indonesia Emas.” Kegiatan menjadi salah satu rangkaian MPK yang berlangsung selama dua hari, Sabtu–Minggu, 12–13 September 2026.
Selain kuliah umum, MPK juga diisi berbagai materi pengenalan kampus, antara lain profil kampus, kurikulum, Tri Dharma Perguruan Tinggi, leadership, serta kegiatan lain yang dirancang untuk mengenalkan lingkungan akademik kepada mahasiswa baru.
Dalam penyampaiannya, Riyanta menekankan bahwa mahasiswa STIKOM harus memiliki satu mimpi besar, cita-cita, dan tujuan yang jelas dalam menjalani pendidikan.
“Bagaimana mahasiswa STIKOM itu punya satu mimpi besar, punya satu cita-cita, punya satu angan-angan. Kalau orang Jawa ada cipta, rasa, karsa dan karya, ini harus disatukan,” ujar Riyanta.
Menurutnya, perguruan tinggi tidak semata-mata menjadi tempat untuk memperoleh ijazah, tetapi juga menjadi ruang untuk membentuk karakter, kemampuan berpikir, keterampilan, jaringan, dan keberanian mahasiswa dalam menghadapi kehidupan setelah menyelesaikan pendidikan.
Jangan Minder dengan Latar Belakang Perguruan Tinggi
Riyanta juga memberikan motivasi agar mahasiswa tidak merasa rendah diri hanya karena berasal dari perguruan tinggi yang tidak selalu menjadi sorotan nasional.
Ia menilai, keberhasilan seseorang tidak semata-mata ditentukan oleh nama besar perguruan tinggi. Kemauan belajar, kerja keras, kemampuan membangun diri, serta keberanian menangkap peluang menjadi faktor penting dalam perjalanan seseorang.
Riyanta kemudian membagikan pengalaman pribadinya kepada mahasiswa. Ia mengaku memiliki keterbatasan dalam latar belakang pendidikan formal, namun tetap mampu meniti perjalanan hingga menjadi anggota DPR RI.
“Saya tidak punya siapa-siapa, saya bisa meniti karier politik saya sampai DPR RI. Ini bukan saya pamer, tapi bagaimana dengan keterbatasan saya, saya bisa membangun diri, bisa membangun lingkungan saya,” katanya.
Pengalaman tersebut disampaikan sebagai motivasi agar mahasiswa tidak menjadikan keterbatasan sebagai alasan untuk berhenti bermimpi.
Generasi Muda Harus Berani Menangkap Peluang
Riyanta juga mengajak mahasiswa untuk mengikuti perkembangan bangsa, termasuk dinamika demokrasi, perkembangan dunia usaha, serta kebijakan pemerintah yang berkaitan dengan penciptaan wirausaha baru.
Menurutnya, generasi muda harus mampu melihat peluang secara lebih luas dan tidak hanya berpikir untuk mencari pekerjaan setelah lulus kuliah.
Ia menilai perubahan orientasi sebagian anak muda yang mulai tertarik menjadi pengusaha perlu mendapat dukungan dari dunia pendidikan.
“Sebagai anak muda, apa yang sudah disampaikan oleh Presiden selaku kepala pemerintahan dan kepala negara ini harus ditangkap,” ujarnya.
Karena itu, menurut Riyanta, perguruan tinggi perlu menyelaraskan pendidikan dengan kebutuhan dan peluang yang berkembang di masyarakat.
Ia juga mengapresiasi upaya STIKOM Semarang dalam memberikan bekal kepada mahasiswa, termasuk pengembangan keterampilan bahasa dan keterkaitan dengan dunia usaha.
“Yang terpenting bagaimana dari lembaga pendidikan STIKOM ini dapat melihat peluang-peluang dan peluang-peluang itu bisa disampaikan ke mahasiswanya,” katanya.
Harapkan Lahir Pemuda Hebat dari STIKOM
Dalam kuliah umum tersebut, Riyanta juga mengutip ungkapan yang populer dari Bung Karno mengenai kekuatan generasi muda.
Ia berharap STIKOM Semarang dapat melahirkan generasi muda yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga memiliki keberanian untuk memberikan perubahan positif.
“Saya berharap sepuluh pemuda yang diangan-angankan oleh Bung Karno, mungkin lima pemuda itu berasal dari alumni STIKOM Semarang. Saya yakin ini bisa mengguncangkan dunia, khususnya dalam hal yang positif,” ungkapnya.
Menurut Riyanta, kontribusi generasi muda tidak harus selalu dimulai dari tingkat nasional. Perubahan dapat dimulai dari lingkungan masing-masing dan kemudian berkembang menjadi kontribusi yang lebih luas.
Tekankan Karakter, Profesionalisme dan Integritas
Selain kemampuan akademik dan keterampilan, Riyanta menekankan pentingnya karakter serta integritas bagi mahasiswa.
Ia mengingatkan generasi muda agar membangun bangsa melalui cara-cara yang rasional dan profesional serta menjauhi praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).
“Prinsipnya mari kita bangun bangsa ini jangan sampai dengan pola-pola KKN. Jadi pola-pola yang rasional, profesional. Saya berharap nanti alumni dari STIKOM ini juga bisa paham itu,” tegasnya.
Pesan tersebut menjadi penting karena mahasiswa yang saat ini berada di bangku perguruan tinggi merupakan bagian dari generasi yang akan mengisi berbagai bidang kehidupan di masa mendatang.
Riyanta berharap mahasiswa STIKOM memiliki karakter yang kuat, optimisme, dan kesadaran untuk menggunakan ilmu serta keterampilan yang diperoleh untuk kepentingan masyarakat.
MPK Bekali Mahasiswa dengan Pengenalan Kampus dan Leadership
Sementara itu, rangkaian Masa Pengenalan Kampus STIKOM Semarang Tahun Akademik 2026/2027 berlangsung pada Sabtu dan Minggu, 12–13 September 2026.
Berdasarkan rundown yang disiapkan panitia, kegiatan diawali dengan registrasi peserta dan apel, kemudian dilanjutkan dengan pembukaan, materi profil kampus STIKOM, kurikulum, pengenalan Tri Dharma Perguruan Tinggi, serta materi leadership.
Pada hari kedua, Minggu (13/9/2026), kegiatan dilanjutkan dengan apel, Kuliah Umum STIKOM, istirahat, ice breaking, dan penutupan.
Melalui rangkaian tersebut, mahasiswa baru diharapkan tidak hanya mengenal lingkungan kampus, tetapi juga memahami nilai-nilai akademik, kepemimpinan, serta tanggung jawab sebagai bagian dari sivitas akademika.
STIKOM Semarang
Kegiatan berlangsung di STIKOM Semarang, yang beralamat di:
Jl. Wolter Monginsidi No.119, Pedurungan Tengah, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang, Jawa Tengah 50192.
Riyanta berharap dari STIKOM Semarang akan lahir generasi muda yang progresif, profesional, berintegritas, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, bangsa, bahkan dunia.
“Harapannya akan lahir anak-anak muda yang progresif, revolusioner, alumni STIKOM, yang bisa memberikan getaran positif tidak hanya di tingkat lokal, tetapi juga nasional maupun global,” pungkasnya. (Hd)









Komentar