IBInews.co.id,
REMBANG, JAWA TENGAH – Pemerintah Kabupaten Rembang menyiapkan anggaran sekitar Rp800 juta untuk memberikan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi 3.744 nelayan kecil selama 12 bulan. Komitmen tersebut disampaikan dalam kegiatan Fasilitasi Bantuan Pendanaan, Bantuan Pembiayaan dan Kemitraan Usaha melalui Sosialisasi Asuransi Nelayan di Aula Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Rembang, Rabu, 16 September 2026.
Usai kegiatan, Bupati Rembang H. Harno, S.E., saat jumpa pers, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kehadiran negara dalam melindungi nelayan.

“Ini adalah sosialisasi asuransi kepada para nelayan. Jadi semua nelayan yang sudah tergabung dalam data tersebut ada sosialisasi dan pendanaan untuk ketenagakerjaan yang apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, misalnya kecelakaan di laut, semuanya ditanggung oleh BPJS Ketenagakerjaan,” katanya.
Bupati menambahkan, perlindungan tersebut penting untuk memberikan rasa aman bagi nelayan dan keluarganya saat bekerja di laut.
“Perlindungan melalui BPJS Ketenagakerjaan penting untuk memberikan jaminan ketika nelayan menghadapi risiko saat bekerja,” ucapnya.
Selain jaminan ketenagakerjaan, Pemkab Rembang juga telah meraih penghargaan Universal Health Coverage atau UHC yang memberikan kemudahan masyarakat untuk memperoleh kepesertaan BPJS Kesehatan dengan status yang langsung aktif sesuai ketentuan yang berlaku.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Rembang Nurida Adante Islami menjelaskan, sasaran program ini adalah nelayan kecil dengan ukuran kapal di bawah 5 Gross Ton atau GT. Sementara nelayan yang berstatus Anak Buah Kapal pada kapal besar menjadi tanggung jawab pemilik kapal.
Dari target 3.744 nelayan, sebanyak 2.000 nelayan telah terverifikasi masuk dalam sasaran pembiayaan APBD tahun 2026. Pendataan nelayan yang belum tercatat masih terus dilakukan melalui kelompok nelayan dan pemerintah desa dengan melibatkan penyuluh perikanan.
“Nelayan kecil untuk tahun 2026 di-cover oleh Pemkab selama 12 bulan. Mulai target kami Oktober sudah bisa dicairkan, langsung untuk satu tahun,” ungkapnya.
Ia merinci, besaran iuran kepesertaan sebesar Rp16.800 per orang per bulan atau Rp201.600 untuk satu tahun.
“Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memberikan rasa aman kepada nelayan, terutama dalam menghadapi risiko yang dapat terjadi selama bekerja di laut,” pungkasnya.
Yudhi Redaksi





Komentar