Taruna Latsitardanus XLVI ‘Kepung’ 16 Titik Terdampak di Aceh Tamiang

ACEH TAMIANG, IBINEWS.co.id – Matahari baru saja naik di ufuk timur Kabupaten Aceh Tamiang, Minggu (25/1/2026), namun deru semangat sudah pecah di tengah sisa-sisa genangan dan lapisan lumpur yang mengering. Ratusan pemuda berseragam dinas lapangan tampak sibuk. Ada yang mengayunkan sekop, ada yang mendorong gerobak pasir, dan sebagian lagi menyikat lantai-lantai sekolah yang sempat terendam air.

​Mereka bukan relawan biasa. Mereka adalah para peserta Latihan Integrasi Taruna Wreda Nusantara (Latsitardanus) XLVI Tahun 2026. Gabungan dari Taruna Akademi Militer (Akmil), Akademi Angkatan Laut (AAL), Akademi Angkatan Udara (AAU), hingga Akademi Kepolisian (Akpol) ini turun ke jalan demi satu misi: memulihkan nadi kehidupan masyarakat Aceh Tamiang pascabanjir.

​Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol Joko Krisdiyanto, S.I.K., menyampaikan bahwa aksi nyata ini menyasar 16 lokasi krusial yang menjadi pusat aktivitas warga. Tidak hanya fasilitas umum, para taruna juga masuk ke pemukiman dan pusat ekonomi yang terdampak paling parah.

​”Para taruna menargetkan pembersihan material lumpur dan sisa banjir sebagai bentuk pengabdian nyata. Sasaran kita mulai dari sekolah, kantor desa, fasilitas kesehatan, tempat ibadah, hingga pasar,” ujar Joko dalam keterangannya.

​Daftar 16 lokasi yang disisir meliputi; SD Inpres Kota Lintang, SDN 4 Kuala Simpang, SDN 1 Ade Irma, serta TK Al-Ikhsan, TK Al-Ziziyah, dan TK Pelangi Desa Sriwijaya, Polindes Desa Sriwijaya, Kantor Datuk (Kota Lintang, Sriwijaya, dan Kota Kuala Simpang), serta Balai Pengajian Gang Cut Mutia, Jalan Bakti, Jalan Cut Mutia, Jalan Kota Lintang, pemukiman Dusun Amalia, hingga Pasar Bawah Kuala Simpang.

​Bagi para taruna, momen ini bukan sekadar tugas akhir sebelum mereka dilantik menjadi perwira. Ini adalah ujian empati. Di Pasar Bawah Kuala Simpang, misalnya, kehadiran mereka membantu para pedagang membersihkan lapak agar roda ekonomi bisa kembali berputar lebih cepat.

​Kombes Pol Joko Krisdiyanto menegaskan bahwa Latsitardanus adalah wujud integrasi antara calon pemimpin bangsa dengan rakyatnya. Kehadiran mereka di Aceh Tamiang membawa pesan harapan bahwa masyarakat tidak sendirian menghadapi dampak bencana.

​“Para taruna hadir untuk membantu pemulihan wilayah terdampak banjir dan mendukung masyarakat Aceh Tamiang agar dapat bangkit dan kembali beraktivitas seperti sediakala,” tutup Kabid Humas.

​Kini, seiring dengan bersihnya lantai-lantai sekolah dan terbukanya kembali akses jalan, jejak pengabdian Latsitardanus XLVI tertanam kuat di hati warga Bumi Muda Sedia. [Andre]

Komentar