IBInews.co.id
REMBANG – JAWA TENGAH //— SMP Negeri I Bulu yang beralamat di Sumurboto, Jukung, Kecamatan Bulu, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah 59255. Telah menerima Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sejak tgl 9/2/2026, kurang lebih dua minggu sampai dengan hari ini, Selasa (24/2/2026).



Sama seperti sekolah-sekolah di Indonesia, berdasarkan laporan akhir 2025 hingga awal 2026, menunjukkan dampak positif signifikan: meningkatkan konsentrasi belajar, kehadiran siswa, serta perbaikan gizi. Program ini menciptakan suasana sosial hangat, mengajarkan disiplin antre, dan meringankan beban ekonomi orang tua.
Pihak sekolah sangat berterima kasih kepada pemerintah dalam hal ini Presiden Prabowo yang merealisasikan Program MBG, pada akhirnya nanti dapat dinikmati anak-anak sekolah di seluruh Indonesia tanpa terkecuali. Serta Badan Gizi Nasional (BGN) bertindak selaku penyelenggara utama, perumus kebijakan, dan pengawas teknis dalam Program MBG di Indonesia.
Serta tidak lupa dan senantiasa bersyukur kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala/Tuhan Yang Maha Esa.
Naila seorang guru, mengajar mata pelajaran agama yang juga ditugasi sebagai PIC (Person in Charge). Tugas utama PIC Program MBG di sekolah adalah, memastikan distribusi makanan berjalan lancar, aman, higienis, dan tepat waktu kepada siswa. PIC bertanggung jawab mengawasi kualitas makanan, memeriksa kesesuaian jumlah porsi, serta menangani keluhan di lapangan. Saat diwawancara awak media IBI News di ruang tunggu Kepala Sekolah. Menuturkan; selama dua minggu sejak SMP Negeri I Bulu menerima Program MBG tidak ada kendala, maupun tidak ada kejadian yang tidak diharapkan. Kita bersyukur, hal ini merupakan harapan pihak sekolah maupun orang tua/wali murid, tentunya harapan pula para murid.
“Menu MBG sebelum libur seminggu (tanggal 9 sampai dengan 13) yaitu menu basah atau sudah berupa masakan. Sedangkan, tanggal 14 dan kemarin hari senin serta hari ini selasa jenis menu yang disajikan yaitu menu kering. Selama kurang lebih dua minggu secara umum menurut pengamatan saya, sudah sesuai SOP dan cocok untuk murid-murid. Mereka sangat antusias, karena lama menanti akhirnya menerima Program MBG juga. Para guru juga mendapatkan jatah Program MBG, seperti murid-murid. Rasa masakannya enak dan pastinya sudah sesuai standar dengan ahli gizi, seperti di setiap dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Kebetulan SPPG selaku dapur MBG jaraknya dekat dari sini sekitar 100 meter, yang dikelola oleh Yayasan Semendhe Kanthi Kanthil (YSKK),” terangnya.
Selanjutnya, pihak sekolah berharap menu masakan atau menu kering Program MBG tetap dipertahankan variasi menunya. Itu harapan kami, selaku penerima manfaat dan para murid peserta didik. Satu lagi, sebaiknya menu yang kebarat-baratan diganti saja. Mengingat jenis menu tersebut pada akhirnya tidak dimakan oleh murid-murid atau mubadhir.
“Anak-anak peserta didik sudah merasakan menu MBG dari dapur SPPG, yang berlokasi di satu wilayah. Secara keseluruhan menu MBG sudah standar dari BGN. Akan tetapi, menurut kami ada beberapa jenis menu yang lebih baik diganti (salad dan mayones) karena kedua jenis makanan tersebut menurut kami sangat tidak bagus untuk faktor gizi. Murid-murid juga tidak menyukainya,” imbuhnya.
Di ruangannya Supriyanti Handayani selaku Kepala Sekolah menegaskan; “Sejak sekitar dua minggu Program MBG berjalan aman, lancar, dan tidak ada kendala apapun. Menu yang disukai murid-murid harap dipertahankan. Menu tetap bervariasi sedangkan menu yang tidak disukai murid-murid diganti saja. Saya mewakili pihak sekolah bersyukur dan berterima kasih kepada Presiden Prabowo, Badan Gizi Nasional dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi selaku dapur Makan Bergizi Gratis. Tetap senantiasa bersyukur kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala Tuhan Yang Maha Esa,” pungkas Kepala Sekolah.
Ke depannya, harapan dari pihak sekolah semoga Program MBG senantiasa berjalan lancar serta tidak ada kendala apapun yang tidak diharapkan.
(Yudhi)
Redaksi















Komentar