Relawan Bolonemase Perkuat Konsolidasi di Semarang, Tegaskan Dukungan untuk Prabowo–Gibran

Semarang – Relawan Bolonemase Indonesia menggelar kegiatan silaturahmi dan konsolidasi yang dirangkaikan dengan buka puasa bersama di Semarang, Minggu (8/3/2026). Kegiatan yang berlangsung di Kopi Sinden itu juga menjadi momentum mempererat hubungan antarrelawan sekaligus memperkuat program pemberdayaan masyarakat.

Koordinator Nasional Bolonemase Indonesia, Kuat Hermawan Santoso, menegaskan bahwa relawan Bolonemase tetap konsisten mendukung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

“Bolonemase masih konsisten mendukung Pak Prabowo dan Mas Gibran sampai saat ini,” kata Kuat dalam kesempatan tersebut, minggu (8/3).

Menurutnya, kegiatan yang melibatkan koordinator kota hingga koordinator kelurahan itu bertujuan memperkuat silaturahmi sekaligus menyegarkan kembali semangat organisasi relawan di daerah.

Ia menjelaskan, berbagai kegiatan relawan di daerah berkembang sesuai dengan potensi masing-masing wilayah. Sejumlah relawan fokus pada pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), sementara lainnya bergerak di sektor perikanan, teknologi informasi, hingga kegiatan sosial masyarakat.

“Kegiatan teman-teman Bolonemase di daerah sangat beragam. Ada yang bergerak di UMKM, pemberdayaan nelayan, hingga pengembangan IT. Setiap daerah memiliki karakter dan potensi yang berbeda,” ujarnya.

Selain memperkuat jaringan relawan di daerah, Bolonemase juga tengah melakukan konsolidasi organisasi di wilayah Jawa.

Setelah Lebaran, relawan berencana menggelar pertemuan relawan se-Jawa dalam rangka silaturahmi Idulfitri yang sekaligus menjadi forum konsolidasi organisasi.

“Rencananya pasca Lebaran kita akan mengumpulkan relawan Bolonemase se-Jawa. Selain silaturahmi, juga sebagai konsolidasi yang nantinya akan mengarah pada pertemuan nasional relawan Bolonemase,” jelasnya.

Kuat menambahkan, sejumlah program sosial dan pemberdayaan masyarakat telah berjalan di beberapa wilayah. Di Jawa Timur, misalnya, relawan menjalankan program penanaman sekitar 1,5 juta pohon serta menjajaki kerja sama penanaman sorgum di lahan sekitar 450 hektare yang tersebar di sembilan kabupaten dan kota.

Sementara di Jawa Tengah, relawan mengembangkan program peternakan ayam di Kabupaten Wonogiri dengan dua kandang yang mampu menampung sekitar 4.000 hingga 7.000 ekor ayam.

“Kami berharap program-program pemerintah bisa dimanfaatkan sebesar-besarnya oleh masyarakat. Jika ada kendala di lapangan tentu perlu evaluasi agar manfaatnya bisa dirasakan lebih luas,” tambahnya.

Ia juga menilai pentingnya mengoptimalkan potensi lokal, terutama di sektor perikanan. Menurutnya, hasil tangkapan nelayan di sejumlah daerah cukup melimpah, namun masih perlu dukungan sistem distribusi dan pengolahan yang lebih baik.

Sementara itu, Koordinator Bolonemase Kota Semarang, Fauzi Ardiansyah, mengatakan relawan di tingkat kota tetap aktif melakukan kegiatan sosial dan menjaga komunikasi antaranggota sejak pelaksanaan Pilpres hingga saat ini.

“Pasca Pilpres hingga sekarang kami masih terus bersilaturahmi dengan koordinator kecamatan dan kelurahan. Komunikasi tetap berjalan baik secara langsung maupun melalui media daring,” katanya.

Menurut Fauzi, berbagai kegiatan sosial terus dilakukan oleh relawan secara swadaya.
Beberapa di antaranya berupa pembagian bahan makanan dari hasil usaha anggota maupun dukungan dari para nelayan.

“Teman-teman secara sukarela menyisihkan sebagian rezekinya untuk kegiatan sosial. Ada yang dari pedagang sayur, ada juga dari nelayan. Kegiatan sosial seperti ini terus berjalan,” jelasnya.

Ke depan, relawan Bolonemase di Kota Semarang berencana memperkuat program pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal, seperti UMKM, usaha angkringan, serta sektor perikanan.

Salah satu program yang sedang diupayakan adalah pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) guna mendukung kebutuhan bahan bakar bagi nelayan di wilayah pesisir Semarang.

“Program tersebut saat ini masih dalam proses perizinan dan koordinasi dengan pihak terkait, termasuk Pertamina. Harapannya dapat membantu aktivitas nelayan,” pungkasnya.